Monday, April 3, 2017

Malam

                Malam ini saya menghabiskan penghujung hari di akhir pekan bersama keluarga dengan berkeliling di sekitar kota, menikmati cahaya dari setiap lampu jalanan yang berdiri dengan tegaknya dan kendaraan yang melesat di kanan dan kiri mobil yang saya tumpangi. Tidak lama kemudian kami pun sampai di tujuan yaitu sebuah tempat makan sederhana yang biasa disebut "kucingan" di tepi jalan, di sudut salah satu stasiun pengisian bahan bakar yang dibangun sedemikian rupa hingga saya pun dimanjakan dengan apa yang disajikan, desain interior yang apik dipadu dengan suasana malam yang teduh memang jodoh, namun lebih dari sebuah desain interior yang apik, suasana malam lah yang mampu menaklukkan saya "untuk kesekian kalinya" dan berujung menulis post saya yang kedua ini

                Santapan yang paling sederhana sekalipun akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama keluarga maupun orang-orang terdekat, saya anggap itu sebuah fakta karena malam ini adalah sebuah pembuktian ke-ribuan kali nya.

Terlepas dari apa yang saya tulis diatas, saya ingin membagikan kepada teman-teman apa yang sempat tertuang di benak saya sepanjang malam tadi


Kencan Memori

Suara kendaraan yang melintas, cahaya lampu, dan dingin nya malam, berpadu dengan ruang untuk hilang dalam perbincangan bersama gadis pujaan, tidak salah lagi adalah komposisi yang menurut saya benar-benar cocok untuk menikmati penghujung hari.
          
Apalagi yang tidak patut untuk disyukuri, "Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?"

Duduk bersama, mengobrol, menikmati teh hangat, memutar lagu kesukaan, dan menikmati pemandangan kota di kala malam di tempat yang sederhana.

Cantiknya malam, juga perbincangan panjang mengenai apa saja yang baru saja terjadi, masa lalu, maupun rencana di masa mendatang pasti akan mencetak sebuah tanda di malam itu, sebagai satu dari sekian malam yang kalian ingin untuk tidak segera berakhir, atau mungkin, berangsur lebih lama lagi, atau selamanya. Saya sebut itu sebuah "kencan memori", ide sederhana untuk sebuah kencan ber-memori yang pantas untuk dikenang.

(end,)


Malam adalah malam

Malam adalah malam

Malam tidak hanya berpihak pada yang sedang berbunga, tapi juga pada yang sedang terluka

Siapa lagi yang menerima kita untuk pulang disaat kita penuh dengan ketidakpastian dalam hidup? iya, malam selalu menunggu kita untuk pulang di penghujung hari, dan mengobati sedikit dari luka yang kita alami, pada setiap gelapnya langit dan pudarnya terang
dan tidur.

"Tidurlah"

Begitu kata malam, agar kita tidak memaksakan yang tidak bisa kita pastikan
Agar malam mampu menampung sedikit dari luka yang kita dapat di hari itu
Agar malam mampu mengantar kita pada pagi, pagi yang siap menyambut kita pada cerita yang baru, dan menenggelamkan sedikit lara

Terima kasih malam
Terima kasih sudah menjadi dirimu
Dirimu yang tetap mau berkawan meskipun tak jarang kami mencoba melawan
dan memaksakan kehendak, untuk tetap terjaga, terjaga dalam angan yang tidak bisa kami wujudkan.

(end,)


Nikmati malam dengan sendu yang manis dan ragu yang pilu, dan beberapa lagu pilihan berikut

malam playlist on spotify

No comments

Post a Comment

© Jagad'e Anak Lanang
Maira Gall