Pagi di akhir pekan
Dan
tiba-tiba saya teringat akan satu dari sekian
pagi yang saya rindukan,
Sama seperti hari ini, pagi itu adalah pagi akhir pekan, saya masih berumur tiga belas tahun, dan alarm berdering pukul delapan, seharusnya alarm berdering pukul enam tetapi karena sebuah kelalaian angka enam pun bisa berubah menjadi delapan, dan dengan sedikit kekecewaan saya menonton sisa-sisa tayangan anak-anak yang masih hadir di layar televisi
(doraemon dan shinchan adalah
tayangan yang saya tunggu waktu itu, namun karena sebuah keterlambatan, rencana
itu pun gagal)
Namun kekecewaan sederhana itu dipulihkan oleh ibu dengan masakannya yang bisa saya katakan unik namun nikmat juga, pagi itu ibu menyiapkan jagung rebus dan ati ayam yang masih hangat karena baru saja diangkat dari penggorengan, meskipun kelihatannya tidak serasi, namun ternyata cita rasa nya cocok untuk dipadupadankan, ibu memang idola ku, koki terbaikku dan ayah.
Kami sekeluarga menikmati nya di ruang tamu, aku
yang sibuk menikmati makanan sambil menonton acara televisi, dan ayah, nenek,
dan ibu, yang menikmati sarapan pagi sambil asyik bercengkerama tentang
berbagai rencana dan tujuan.
Rindu
Aku rindu ibu
Aku rindu pagi itu
Aku rindu
No comments
Post a Comment