Wednesday, February 16, 2022
Ayah Matahari Mengajarkan Bara Kecil
Wednesday, October 13, 2021
Melipur Taifun
Kubiarkan burung-burung pemakan bangkai
membawa apa yang terkoyak daripadaku
Lagipula,
kemudian nanti kita juga akan membusuk,
bukan begitu.
Biar doa-doa yang harum
tetap mewangi
Biar burung-burung gereja
tetap berbagi agung
yang menjauhkan
kemeluk
dan menjadikan
harum dari anyir
dan memekarkan
kembang dari tabir
dan menjadikan syukur,
seperti waktu natal atau tahun,
tahun yang mengulang
atau yang membaru
Berdegup, berdetak, tenang, dan bijaksana
Kubiarkan burung-burung pemakan bangkai
membawa, merakus, dan melahap
apa yang terkoyak daripadaku
Karena aku terlahir kembali setiap waktu,
sungguh, adalah kebersyukuranku akan itu
Sudah, sudah reda taifun,
tidak apa-apa, biar dosa dibasuh luruh
jika memang kehendak Sang Maha
Karena amis memang dikandung darah,
dan darah dikandung daging,
dan daging masing yang tanggung
'toh siapa yang tahu
apa yang diluhur
Biar picik atau mulia ditanggung
bahu dari setiap
Biar ingin atau angin dilindung
hati dari setiap
Hati dan bahu menanggung agung,
biar agung dipelihara masing
Biar apa yang terkoyak,
mati jika memang sudah sepantasnya
Biar membusuk sebusuk-busuknya
dan kujadikan pupuk, agar aku mekar
Karena prihal mati ku tidak akan,
justru aku akan hidup berkali-kali
Prihal hujan,
biarkan hujan membasahi bumi,
biar ruh kembali dingin dan agung,
biar ruh menerima dingin dan agung,
pelan lagu atau deras waktu,
sebagaimana semestinya
Kalau keruh,
ajak saja bersenandung
Wednesday, September 29, 2021
La Maison
Megah tidak, kekar pun jauh,
namun inilah yang kubangun sedari kecil.
Sudah lepas dari hitunganku,
berapa kali kurakit puing-puing
dan runtuh dari waktu ke waktu,
sungguh,
apa yang ada daripadaku
tidaklah berlapis baja,
tidak jarang kutemui
bagian demi bagian ku lapuk,
bahkan hampir remuk,
sudah tentu
Aku sendiri pun
belum cukup pandai,
mungkin seumur hidup
adalah waktu belajarku
namun selama apapun itu
tidaklah sekalipun ku tolak
mereka yang ingin untuk bertamu
dan menunggu di depan pintu
mungkin perlu kucoba lain waktu,
namun tentu hal itu tidaklah sesuai
dengan puing-puing yang
kubangun daripadaku
Entah lindung atau gemuruh,
aku selalu senang bertemu
dengan kawan baru,
aku yakin selalu ada
bagian daripadaku yang
bisa kubagikan,
dengan harapan
remah dan rempahku
bisa berkawan dengan
milik mereka,
mungkin aku bisa mencoba
berpikir terbalik di lain waktu,
tapi mengapa harus,
jika memang remah dan rempah
yang menurutku banyak daripadaku
bisa kubagikan
Lapuk nya puing-puing ku
sebegitu mudahnya dirindu angin,
didamba badai, dicumbu taufan
sungguh, seringkali tidak terpikirkan
olehku apa yang mereka bawa
ketika bertamu
meskipun seringkali akupun tahu,
apa yang sebenarnya ada dibalik pintu
namun apa baiknya bagiku
untuk mempercepat laju dan
menggagalkan lagu
Setengah mati aku pergi terlalu jauh,
setengah mati aku pergi kembali pulang
Megah tidak, kekar pun jauh,
namun inilah yang kubangun sedari kecil.
kubangun rumah yang jauh dan teduh,
tirai jendelaku tidaklah sehalus sutra lembut,
isi rumahku tidaklah selengkap dan serapih
apa yang megah, corak dinding ku tidaklah
sebersih tembok baru,
bahkan dinding ku tidaklah setebal kastil
karena kekayuan manis lah yang ku miliki,
jangan tanya atap, sudah berulang kali
aku hampir kehilangan atap karena hujan,
angin, ataupun taufan.
Mungkin dengan begitu
dapat kudengar tangis,
gurau, atau haru dalam diam,
mungkin dengan begitu
dapat kuhirup anyir, harum,
dan agung yang bernyawa,
mungkin dengan begitu
dapat kulihat jelas apa yang
membedakan gelap dan terang,
pagi dan malam, rindu dan perang,
hasrat dan tenang
mungkin dengan begitu
dapat kukenali hati dan gerang
Barangkali kalian akan suka
lilin-lilin redup terang favoritku,
aku tidak terbiasa dengan lelampuan,
tapi bara lilin selalu kucoba pertahankan
kapanpun itu,
semoga saja sewaktu malam tiba
kalian tetap bisa berjumpa terang daripadaku
Meski puing-puing ku lapuk,
bahkan hampir remuk, sudah tentu
namun aku senang kalian dapat
beristirahat daripadaku, entah pelan lagu,
atau deras waktu
Megah tidak, kekar pun jauh, namun inilah yang kubangun sedari kecil.
kubangun rumah daripadaku, kujadikan rumah daripadaku