Setelah sore tiba,
ibu malam menyiapkan
beberapa doa
untuk dikirimkan ke
langit, dan langit
sesegera mungkin mengagungkan
setiap alfa dan omega
yang didengungkan si
empunya
dibalik bingkisan manis
untuk
menyambut si bara kecil
Dihadapkan elok dan
tembok buana,
Bara kecil beribu kali
dihantam
catatan harian Tuhan yang
berisikan
syair-syair bak pujangga yang
senantiasa
menghibur janda-janda
yang
ditinggal suaminya dalam
perang.
Bohong, si penulis
catatan harian
Tuhan memang pembohong,
difikirnya setiap ruh
bisa memikul langit,
dan gemuruh?
Ketika bara kecil lahir, dua
bingkisan manis
dikirimkan sebagai
balasan,
penjaga langit menghadiahi
ibu malam
janji matahari untuk
menjadi lindung,
gunung, dan sebuah
kesetiaan,
untuk menjaga bara kecil
dalam lentera.
Hangat dan terang dari
kamar bersalin
mengusir gelap dan remang
dari pukul
empat pagi sampai-sampai
penjaga langit
terbawa suasana dan
luput,
penjaga langit sialan,
mana bingkisan yang lain
untuk ibu malam?
Seiring besarnya bara
kecil dalam lentera,
kotak kado hitam sedikit
demi sedikit terbuka
dan menghadiahkan ibu
malam keharusan
untuk
mengemban badai, dan gemuruh
yang
memaksa ibu malam untuk tidur,
tidur,
tidur,
dan
meninggalkan matahari
yang
sedikit kewalahan untuk menjaga
si
bara kecil yang harus mencari
biru
dan jingga nya sendiri
Ibu
malam,
tidak
apa-apa kan aku keluar dari lentera?
No comments
Post a Comment