Wednesday, September 25, 2019

Doa Subuh



Setelah sore tiba,
ibu malam menyiapkan beberapa doa
untuk dikirimkan ke langit, dan langit
sesegera mungkin mengagungkan
setiap alfa dan omega
yang didengungkan si empunya
dibalik bingkisan manis untuk
menyambut si bara kecil

Dihadapkan elok dan tembok buana,
Bara kecil beribu kali dihantam
catatan harian Tuhan yang berisikan
syair-syair bak pujangga yang senantiasa
menghibur janda-janda yang
ditinggal suaminya dalam perang.

Bohong, si penulis catatan harian
Tuhan memang pembohong,
difikirnya setiap ruh bisa memikul langit,
dan gemuruh?

Ketika bara kecil lahir, dua bingkisan manis
dikirimkan sebagai balasan,
penjaga langit menghadiahi ibu malam
janji matahari untuk menjadi lindung,
gunung, dan sebuah kesetiaan,
untuk menjaga bara kecil dalam lentera.

Hangat dan terang dari kamar bersalin
mengusir gelap dan remang dari pukul
empat pagi sampai-sampai penjaga langit
terbawa suasana dan luput,
penjaga langit sialan,
mana bingkisan yang lain untuk ibu malam?

Seiring besarnya bara kecil dalam lentera,
kotak kado hitam sedikit demi sedikit terbuka
dan menghadiahkan ibu malam keharusan
untuk mengemban badai, dan gemuruh
yang memaksa ibu malam untuk tidur,
tidur, tidur,

dan meninggalkan matahari
yang sedikit kewalahan untuk menjaga
si bara kecil yang harus mencari
biru dan jingga nya sendiri

Ibu malam,
tidak apa-apa kan aku keluar dari lentera?


No comments

Post a Comment

© Jagad'e Anak Lanang
Maira Gall